LANGKAH 2
Dalam gelapnya malam ku sambungkan karangan.
Ku tuliskan kisah dimana aku tak bisa dengan ucapan.
Untuk mengukir langkah tak hanya dengan ucapan.
Aku bukan air, jadi tak ikuti arusnya kehidupan.
Setiap rintikan hujan terdapat banyak kesedihan.
Dalam usia menuju dewasa sulit tuk dapat kesenangan.
Bermain sana sini nongkrong dengan teman-teman.
Bukan waktunya lagi tuk bergembira jalan-jalan.
Adalah hidup pahit semacam ini.
Ada lah derita kan terlewati.
Pastinya ceria kan ku temui.
Karena aku percaya 2 musim di ibu Pertiwi.
Setiap incinya langkah ku utarakan.
Menuju ke Utara bukan selatan.
Tuk gapai impian walau tak mudah kan.!!!
Semoga tuhan selalu mengiringi agar ini semua dimudahkan.
Bayi pun butuh asi untuk menuju balita.
TNI pun harus jadi Bintara untuk jadi perwira.
Diri pun perlu istri untuk dapat cahaya.
Ku akali setiap cobaan agar terhindar dari bahaya.
Sabar hingga ku temui profesi yang ubah duniaku.
Tegar berdo'a tak lupa semua ini adalah karuniamu.
Radar memusatkan pada titik yang berkilau.
Mercusuar berhenti saat kapten menghimbau.
Meluncur dengan banyak asa walau bukan roket.
Tanah ku Jabar bukan Jatim jadi tak kenali Toket.
Ku hinggap dimanapun sebab bukan tokek.
Laksanakan semua wasiat sang kakek.
Gaji tak pernah cair sebab bukan karyawan.
Karangan real life tapi tak hanya karya one.
Hasil kerja keras takkan terlihat sekarang.
Sukses di masa depan bukan hasil mengarang.
Komentar