LANGKAH
Hidup berganti menjadi pahit, begitu tak mudah.
Redup, terang, nyala, padam. Sedikit-sedikit berubah.
Entah apa yang akan datang didepan sana.
Sempat ku masuk kuliah.
Namun hanya 1 semester saja.
Aku Putus, sebab ku bilang percuma.
Jika dilanjutkan hanya akan menghabiskan uang orang tua.
Itu penafsiran dari isi kepalaku.
Sebab yelah, aku bukan salah satu anak akademik bukan pula kutu buku.
Hanyalah sang pemalas yang selalu sepelekan waktu.
Gelap pikiran sebab tak bisa apa-apa.
Pesimis hadir, namun optimis tak ada-ada.
Hanya meringis tiap harinya ini raga-raga.
Menjadi benalu keluarga yang bebannya diatas rata-rata.
Aku tak bernyanyi tapi batinku bersuara.
Akankah langkah ini sudah stuck tak lagi bermuara.???
Cukup diam dengan melihat orang yang telah mengudara.
Tertutup rapat logika hingga tak masuknya udara.
Bukan pasien namun aku sakit.
Terjangkit realita yang mencekik.
Bukan rodi tetapi aku babu.
Oleh keadaan sulit yang kian beradu.
Nafas kini tak lagi teratur.
Depresi setiap malam kini kian membaur.
Jiwa dan akal sehat pun tak kunjung akur.
Ku coret semua dengan spidol bukan kapur.
Komentar
Hingga dada berdegup
Kita tak boleh menyerah begitu saja
Percaya ini perjalanan hidup bukan cobaan semata
Nikmatilah, jalanilah,Syukurilah
Karena roda kehidupan ini berputar
Berikan senyum seperti cahaya matahari memancar